Teruntuk Yang Belum Tergapai
By aninditaibrahim - 8/16/2019 03:20:00 AM
Sang pemberian Allah untukku.
Entah kapan kamu dan aku dipertemukan. Atau mungkin Allah masih memantaskan kita di dua tempat yang berbeda?
Semoga kita dipertemukan di hari yang baik dengan cara yang Allah cintai.
Datanglah ke sisiku dan tetap di sini, biar waktu yang menjadi saksi.. tanpa kamu harus berucap janji.
Kali ini ingin kusampaikan keadaanku;
Hari ini aku masih rapuh.
Yang sudah rapuh sebelumnya, namun tertimpa lagi hingga rapuh totalitas.
Entah nanti Allah mendatangkanmu di kondisiku yang tetap rapuh untuk membantu menguatkanku kembali? Atau justru Allah menyimpanmu sampai aku cukup tangguh untuk menerimamu masuk ke hati yang benar-benar bersih dari masa lalu?
Maaf kalau nyatanya kamu mendapat sisa-sisa bayanganku yang dulu-dulu. Semoga kamu sabar membantuku bangkit. Semoga kamu bisa menjadi penawar bagi segala trauma yang pernah ada. Semoga kamu tidak sama.
Teruntuk kamu, separuhku nanti,
Lalu bagaimana dengan keadaanmu hari ini?
Semoga kamu tumbuh menjadi orang yang jauh lebih tangguh dariku. Apapun kesulitan yang kamu lalui, semoga kamu bisa atasi dengan bijak.
Jangan lupa bertanggung jawab atas dirimu, karna nanti kamu harus bertanggung jawab atas aku, dan juga keluargamu.
Entah hati siapa yang sedang kamu singgahi hari ini, semoga itu bisa membantumu untuk melatih diri dalam memahamiku di kemudian hari.
Semoga kamu mampu menjaga pandangan dan auratmu hanya semata-mata karna malu terhadap Allah.
Semoga kamu terlatih peduli dan empati terhadap kesedihan orang lain, sehingga kamu akan jadi yang paling empati saat aku; wanita yang kamu cintai nanti, menangis.
Teruntuk kamu, separuhku nanti,
Kuserahkan semua hati ini kepada Allah untuk membolak-balikkan hati. Jadi saat Allah tetapkan hatiku untuk jatuh di sisimu, aku janji akan selalu percaya padamu, dan menapis segala prasangka burukku untukmu. Karna aku yakin, setiap pertemuanku padamu sudah diatur Illahi, dan yang terbaik bagi Allah.. adalah yang terbaik untukku.
Akan aku berikan versi terbaik diriku untukmu, memastikan bahwa kamu nyaman mendengar ucapanku, dan teduh menatap wajah dan mataku.
Aku tapis segala rasa takut dan ragu untuk mencintaimu, aku siap terima kekurangan dan kelebihanmu, seperti kamu yang pasti sudah lakukan itu lebih dulu untukku.
Cintai aku sewajarnya, dan tolong cintai Allah sepenuhnya.
Hargai dan hormati ibumu lebih dulu, lalu lakukanlah untukku setelahnya.
Teruntuk kamu, separuhku nanti,
Ini memang butuh waktu yang panjang utuk kita bertumbuh dan memantaskan,
Namun suatu saat nanti, pasti akan ada hari dimana kita terikat, dan aku akan jadi wanita yang paling sedih lalu menangis di hari akad.
Rasanya pasti melegakan, seperti berhenti sejenak dari perjalanan yang letih dalam mencarimu.
Tiada henti menerka-nerka orang yang salah, menjatuhkan hatiku sepenuhnya dan dihancurkannya, sampai kamu datang dan buatku percaya kamu akan tetap tinggal.
Akan ku hayati kata demi kata yang terucap di bibirmu hari itu, tentang namaku dan nama ayahku, yang tidak kusangka kamu akan duduk di sampingku untuk menyerahkan sisa hidupmu berjuang bersamaku.
Atas izin Allah kuserahkan diriku sepenuhnya untukmu, dan hanya padamu.. selamanya tanpa pengecualian.
Kubiarkan diriku ikuti perintahmu, dan akan kusayangi kamu sepenuh jiwaku, selamanya.
Teruntuk kamu, separuhku nanti,
Sepanjang perjalanan nanti, aku pasti pernah salah.. dan akan terus salah di hal yang berbeda, jadi tolong bimbing aku, karena itulah tugasmu sebagai pemimpin yang ada di depanku, untuk meluruskan saat aku salah arah.
Duduk dan diskusi bersamaku, dengan nada suara yang meneduhkan hatiku, jadi aku tersadar dan bisa mengerti perkataanmu.
Jika suatu saat nanti kamu terjatuh.. tolong dekap aku dan menangis di pundakku. Hela nafasmu sampai kamu lega, lalu perlahan tuangkan padaku tentang beban yang ada di hati dan fikiranmu, kita akan tanggung bersama.
Aku akan selalu ada di sisimu apapun yang terjadi, ada di setiap jatuh dan bangun di hidupmu, mengikuti seluruh prosesmu, dan selalu jadi wanita yang mendoakanmu di setiap sujudku.
Teruntuk kamu, separuhku nanti,
Dimanapun kamu berada..
Sampai jumpa nanti,
Di hari yang saat kita bertemu kita akan menghela nafas dan berkata,
"Ternyata kamu orangnya :)"


0 komentar